Muqaddimah

بسم الله الرحمن الرحيم

Ahlan wa sahlan di homepage Ahlussunnah Wal Jama’ah (Salafy)

Segala puji bagi Allah, kami memuji, memohon bantuan serta meminta ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa-jiwa kami serta keburukan amal-amal kami.

Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba serta Rasul-Nya.

Amma ba’du. Media ini merupakan sarana berda’wah dalam memfilter/menyaring segala hal yang bukan berasal dari syariat Islam, baik dalam hal Aqidah, Ahkam (hukum) maupun Akhlaq, selayaknya terus dilakukan, agar Islam kembali bersih, murni dan lurus dalam naungan risalah sebagaimana risalah yang telah diturunkan kepada Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dan diajarkan pada Sahabatnya, yang diteruskan oleh pengikutnya hingga hari kiamat.

Manhaj Ahlussunnah waljama’ah, Salaf atau Ahlu Hadist tidaklah ta’asub dan dibatasi pada organisasi tertentu, teritorial/daerah tertentu, leader/pimpinan tertentu, party/partai tertentu dan seterusnya. Bahkan manhaj salaf mengajarkan kepada kita bahwa ikatan ukhuwah/persaudaraan itu dibangun di atas Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pemahaman Salafush Shalih.

Kewajiban umat islam untuk mengikuti jalan mereka dalam firman Allah:

 

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS. At-Taubah : 100)

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengancam orang yang menyelisihi dengan firman-Nya :

 

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيْرًا

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu`min, maka Kami biarkan ia larut terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”.”.(QS. An-Nisa  :115)

 

Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ala alihi wa sallam bersabda :

 

تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدَهُمَا : كَتَابَ اللهِ وَسُنَّتِيْ وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ

“Saya meninggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat sesudahnya (yaitu) Kitabullah dan Sunnahku dan keduanya tidak akan bercerai sampai keduanya menemuiku di telaga”. (Shohih Jami’ Ash-Shoghir  karya Al-Albany).

 

Hanya kepada Allah aku meminta, semoga Allah memberi manfaat kepada kaum muslimin melalui media ini dan menjadikannya amalan ikhlas mengharapkan wajah-Nya yang mulia.

 

*****************************************************

 

New Articles:

 

*****************************************************

  • <a href=”http://malaysia.sala