Dawah_Ahlus_Sunnah_Waljamaah_1
DA’WAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH -1
Al-Ustadz Luqman Jamal, Lc
Karakteristik manhaj/dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama‘ah yang membedakannya dengan ahlul bid’ah sangat banyak dan telah dijelaskan oleh para Imam Ahlus Sunnah Wal Jama‘ah dalam banyak kitab karya mereka dan tersebar luas di kalangan kaum muslimin, untuk itu kami sebutkan disini sebagian dari karakteristik tersebut. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca dan kaum muslimin pada umumnya untuk mengetahui manhaj / dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah yang sebenarnya. Amin. Diantara karakteristik tersebut adalah sebagai berikut :
1. Ahlus Sunnah Wal Jama‘ah dalam menerima dan mengambil agama dari Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amatlah sedikit kalian mengambil pelajaran (daripadanya)”.(QS.Al-A’raf : 3)
Dan Allah Jalla Dzikruhu menyatakan dalam surah Al-Hujurat ayat 1 :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya”.
Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ala alihi wa sallam bersabda :
تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدَهُمَا : كَتَابَ اللهِ وَسُنَّتِيْ وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ
“Saya meninggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat sesudahnya (yaitu) Kitabullah dan Sunnahku dan keduanya tidak akan bercerai sampai keduanya menemuiku di telaga”. (Shohih Jami’ Ash-Shoghir karya Al-Albany jilid 3 hal. 39 no. 2934).
Berkata Imam Az-Zuhry rahimahullah : “Dari Allah (turunnya) Ar-Risalah (agama,syari’at) dan kewajiban Rasul (shollallahu ‘alaihi wa ala alihi wa sallam) adalah menyampaikan dan kewajiban kita adalah At-Taslim (menerima, tunduk, berserahkan diri)”. (Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhary dalam Kitab At-Tauhid secara mu’allaq, lihat Fathul Bary 13/508).
Dan Imam Ath-Thohawy menyatakan : “Tidaklah tsabit (kuat) keislaman seseorang kecuali dengan menerima dan berserah diri (kepada kitab dan sunnah-pent.) dengan sepenuh hati”. (Dari Syarh Al-Aqidah Ath-Thohawiyah hal.201)
Last 5 posts in Manhaj
- Taat Kepada Pemerintah Dalam Perkara Ma'ruf - November 5th, 2009
- Berjaga Jaga dalam Dien - June 29th, 2009
- Asas Pegangan Ahlus Sunnah Wal Jamaah-3 - April 8th, 2009
- Asas Pegangan Ahli Sunnah Wal Jamaah-2 - March 7th, 2009
- Asas Pegangan Ahli Sunnah wal Jamaah-1 - February 23rd, 2009
Tags: Ahlussunnah_1